>
anda sedang membaca...
Uncategorized

Warga Lambu Kembali Blokir Jalan

Bima – Warga Kecamatan Lambu kabupaten Bima kembali memblokir jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kecamatan Sape, Lambu dan Parado. Aksi pemblokiran ini berlangsung sejak Selasa (24/1).

Sebelumnya, aksi pemblokiran dilakukan pada bulan Desember 2011 yang lalu sebagai eksrepsi kemarahan warga. Gerakan warga anti tambang sempat dipukul mundur semenjak brutalitas polisi dalam peristiwa di Pelabuhan Sape 24 Desember 2010. Kini warga masih terus bergerak menuntut SK 188/2010 tentang izin pertambangan di wilayah tersebut dicabut permanen, bukan ditangguhkan.

Muliadin, salah satu  warga mengatakan pemblokiran ini dilakukan karena kecewa terhadap sikap Bupati Bima Ferry Zulkarnaen yang pada pertemuan dengan DPRD Bima, Selasa (24/1) kemarin, tetap bersikukuh tidak mau mencabut SK 188/2010. Warga juga kecewa terhadap Komisi III DPR RI, yang juga tidak segera mendesak Bupati Bima untuk mencabut SK 188/2010.

Dalam aksi pemblokiran jalan yang dilakukan kali ini, ada tiga tuntutan yang disampaikan warga :

  1. Mendesak Bupati Bima dan pemerintah untuk segera mencabut, SK 188/2010.
  2. Warga meminta aparat Kepolisian segera membebaskan warga yang ditangkap, pada represi berdarah Desember 2011 lalu.
  3. Menolak adanya Pembentukan panitia khusus yang di bentuk DPR RI, terkait dengan adanya penyelesaian konflik agraria.

Warga tidak akan membuka blokir jalan ini, hingga Bupati Bima Ferry Zulkarnaen, mencabut SK 188/2010. “Ini bentuk rasa kekecewaan kami terhadap DPR RI yang tidak segera mendesak Bupati Bima, mencabut SK188. Blokir ini akan terus berlanjut, hingga SK 188/2010 dan kawan-kawan kami dibebaskan,” katanya.

Juga dikabarkan ada rencana aksi besar-besaran warga dari lima kecamatan seperti kecamatan Sape, Lambu, Langgudu, Wera dan Ambalawi, untuk mendatangi langsung Bupati Bima di kantornya, untuk mendesak pencabutan SK tersebut.

Sebelumnya dilaporkan, dalam rapat konsultasi dengan DPRD Bima, Bupati tetap bersikukuh tidak akan mencabut SK 188/2010 dikarenakan tidak ada alasan yang mendasar untuk melakukan itu. Sikap arogan dan kepala batu Bupati Ferry Zulkarnaen inilah yang memicu kembali kemarahan warga.

Advertisements

About barawera

Usir Tambang Pasir Besi di Wera!

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: KANTOR BUPATI DAN KPU BIMA DIBAKAR « barawera - January 26, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: