>
anda sedang membaca...
Info, Wera

Warga Wera Marah: Tambang Pasir Besi Beroperasi Kembali

Sabtu, 14 Mei 2011, warga yang mendiami wilayah pesisir Kecamatan Wera, Bima NTB dibuat geger oleh kedatangan kapal yang diperkirakan memiliki kapastas ribuan ton di wilayah laut Wera, kapal tersebut merupakan kapal milik perusahaan tambang pasir besi. Sebelumnya sebagian warga menduga perusahaan tambang sudah tidak beroperasi lagi, karena sudah empat bulan perusahaan tambang pasir besi tidak menampakkan aktifitas penggalian pasir (secara manual). Bahkan pekerja yang juga merupakan warga di sekitar lokasi tambang sudah tidak bekerja lagi, mereka telah di pecat. “Kami sudah tidak bekerja lagi, kami sudah di pecat”, ujar Juawaed salah seorang pekerja di perusahaan tersebut.

Namun kemunculan kapal tersebut membuktikan bahwa perusahaan tambang masih beroperasi, selain itu belum ada pernyataan resmi dari Pemda Bima terkait berhentinya perusahaan tersebut beroperasi di pesisir pantai Wera.

Kehidupan warga pesisir pantai Wera masih tetap terancam, oleh karenanya mereka menanti saat yang tepat untuk mengusir perusahaan tambang tersebut “kami akan mengusir perusahaan tersebut karena perusahaan tambang menjadi ancaman bagi kehidupan kami, bahkan darah pun akan kami teteskan demi mengusir perusahaan tambang tersebut” ujar Jek warga yang mendiami Dusun Tengge.

Pada keesokan harinya, 15 Mei 2011 puluhan aparat TNI dan Polisi disiagakan untuk berjaga di sekitar  tempat pengolahan tambang.  Mereka dibekali dengan persenjataan lengkap, seperti senjata api dan kevlar serta helm pelindung, mengantisipasi serangan langsung warga ke lokasi pengolahan seperti yang terjadi beberapa tahun silam. Perusakan sarana fisik perusahaan tambang adalah pukulan telak yang sangat mengganggu aktivitas perusahaan dan tentu saja menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit.

Menanggapi situasi genting yang mengancam kehidupan warga, pemuda asal Wera yang sedang melanjutkan studinya di kota Tangerang berencana melakukan aksi demonstrasi pada Senin 16 Mei 2011 di depan kementerian lingkungan hidup yang ada kota Tangerang. Namun aksi tersebut urung dilakukan karena mendapat tekanan dan ancaman dari anggota komisi 4 DPRD setempat.  Adalah  fakta yang mengalir pada tiap kali perusahaan tambang dibuka di atas bumi nusantara kita, bahwa ekses yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan adalah kerusakan parah pada lingkungan dan ekosistem di sekitarnya. Kerusakan pada alam akan berujung pada bencana yang menghancurkan semua kehidupan di atasnya, tak terkecuali manusia. Maka dari itu penolakan terhadap tambang pasir besi adalah satu-satunya jalan untuk mempertahankan kehidupan di tanah Wera, demi menghindari bencana yang timbul akibat banyaknya kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan oleh korporasi yang punya watak rakus yang tak terkontrol.

Advertisements

About barawera

Usir Tambang Pasir Besi di Wera!

Discussion

One thought on “Warga Wera Marah: Tambang Pasir Besi Beroperasi Kembali

  1. kami mendukung aksi penolakan kehsadiran tambang tsb, lebih banyak mudarat dari pada mamfaatnya.

    Posted by zainuddin | September 22, 2011, 2:50 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: