Kantor Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat, dibakar dalam aksi protes pada Kamis (26/1/2012). Puluhan ribu warga yang berasal dari Kecamatan Lambu, Sape, Wera, Ambalawi dan Langudu mendatangi Bupati Ferry Zulfikar untuk mendesak agar izin pertambangan yang menjadi sumber masalah, dicabut selamanya, dan mendesak pembebasan 35 orang yang ditangkap dalam represi di pelabuhan Sape Desember 2011 … Continue reading
Aksi protes di Makassar (26/12) terkait brutalitas polisi yang membunuh warga di Bima, sempat berubah menjadi amuk massa. Dalam protes yang diikuti lebih dari 300 orang, massa merusak pos polisi di Jalan Sudirman dan flyover, dengan melemparkan batu dan benda keras lainnya. Sebelumnya, aksi yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat (Forgat) ini diawali sejak jam … Continue reading
Aksi pendudukan pelabuhan Sape oleh ribuan warga yang berasal dari kecamatan Lambu, kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat direpresi dan dibubarkan paksa oleh polisi. Aksi pendudukan yang sudah berlangsung selama lima hari tersebut dilakukan oleh warga yang menentang beroperasinya PT Sumber Mineral Nusantara. Upaya pembubaran paksa mulai dilakukan pada tengah malam hingga dini hari tadi (Jumat 24 … Continue reading
Masyarakat di Kecamatan Wera, Bima masih bersikukuh dengan sikap tegas : tambang harus ditutup! Sabtu tanggal 3 September 2011, ratusan warga berkumpul di Dusun Tengge, Desa Pai Kecamatan Wera. Pagi itu warga berniat untuk menggerebek base camp PT. Lianda Intan Mandiri dan PT. Jagad Mahesa, perusahaan yang mengeskploitasi pasir besi di pesisir Wera. Aksi ini … Continue reading
Perairan pesisir Wera mulai keruh akibat aktivitas penambangan pasir besi. Menurut pengakuan warga, aktivitas penambangan dilakukan dengan cara menyedot pasir yang ada di pantai Wera dengan menggunakan pipa berukuran raksasa yang terhubung langsung ke kapal pengangkut. Proses penyedotan yang dilakukan membuat material yang berada di dasar perairan terangkat dan melayang di kolom air. Hal ini … Continue reading
Sabtu, 14 Mei 2011, warga yang mendiami wilayah pesisir Kecamatan Wera, Bima NTB dibuat geger oleh kedatangan kapal yang diperkirakan memiliki kapastas ribuan ton di wilayah laut Wera, kapal tersebut merupakan kapal milik perusahaan tambang pasir besi. Sebelumnya sebagian warga menduga perusahaan tambang sudah tidak beroperasi lagi, karena sudah empat bulan perusahaan tambang pasir besi … Continue reading
Kawan-kawan dan saudara-saudara kami semua, Dalam perjuangan tak kenal lelah ini, kami terus berupaya untuk menyebarluaskan informasi, berita dan materi serta menggalang dukungan agar tambang pasir besi di Wera, Bima – NTB ditutup tanpa syarat! Karena itu kami mengajak anda untuk terlibat langsung dalam perjuangan ini. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah menggalang kampanye … Continue reading
For the past few years, people around Bima, the eastern part of the island of Sumbawa, have been forced to resist companies who seek to mine the metal-rich volcanic sands around the islands coasts. This article, focussing on Wera district, describes some of the impacts of mining being felt by communities and a few of … Continue reading
Sudah puluhan tahun bangsa ini merdeka namun, penjajahan, penjarahan kekayaan alam dan perbudakan masih terus berlangsung dan jauh lebih menyedihkan dari model penjajahan, penjarahan, dan perbudakan sebelumnya karena penjajahan, perbudakan saat ini justru di lakukan oleh pemerintah Negara ini. Praktek penjajahan dapat kita saksikan lewat berbagai regulasi terkait pertambangan yang dibuat oleh pemerintah baik pusat … Continue reading
Masuknya Korporasi Tambang Pasir Besi Sepuluh tahun terakhir bahan baku baja menjadi sumber ekonomi bagi beberapa Negara yang sedang maju seperti, China, India, singapura dan Australia. Sehingga Negara-negara berkembang yang lemah technology menjadi sasaran ekspansi mereka. Indonesia salah satu negara yang berhasil dipengaruhi hal tersebut dintadai dengan di keluarkannya KepMendag No 38 tahun 2008 dengan … Continue reading
Komentar Terbaru